Tip Mengatasi Masalah Pada Bangunan

Kerusakan pada bangunan struktur, sering kali disebabkan oleh kesalahan manusia (human error), hal ini karena manusia/pekerja ini sebagian besar kualitasnya masih jauh dibawah rata-rata dibandingkan dengan perkembangan teknologi bahan itu sendiri. Selain manusia, kebutuhan akan dana/uang sangat memegang peranan penting dalam memenuhi akan kualitas bangunan yang bermutu karena dengan dana  yang minim tentu akan memilih material yang kualitas minim pula/kualitas rendah. Tentu dengan kualitas rendah maka umur bangunan itu sendiri ikut rendah. Untuk mengatasi masalah dengan kualitas rendah, baik dari segi manusia maupun material, ada beberapa tip untuk menutupi pengeluaran yang besar dengan peningkatan kekuatan struktur bangunan.

1. Balok Beton Retak

Retak struktur pada balok memiliki pola vertikal atau diagonal, selain itu terdapat juga  pola retak-retak rambut. Keretakan balok beton dapat dikategorikan menjadi retak struktur yang terdiri dari retak lentur yang memiliki pola vertikal/tegak biasanya disebabkan oleh beban yang melebihi kemampuan balok dan retak geser yang memiliki pola diagonal/miring biasa terjadi setelah adanya retak lentur yang memiliki pola vertikal. Retak geser juga dapat terjadi jika balok terkena gaya gempa. Selain itu keretakan balok dapat disebabkan proses pengerjaan yang kurang sempurna. Retak-retak kecil atau retak rambut, banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Umumnya terjadi karena balok terpapar sinar matahari dan hujan.

3 Alternatif solusi :
1. Untuk balok beton yang di bawahnya terdapat dinding, dapat dibuat kolom/tiang kecil tambahan disekitar retakan. Fungsi kolom ini adalah untuk menopang balok dan membantu menyalurkan beban ke bawah/pondasi.
2. Untuk balok beton yang di bawahnya tidak memungkinkan diberi kolom tambahan, pertama-tama diberi injeksi epoxy pada retakan, kemudian dilakukan pembesaran dimensi balok dengan perkuatan eksternal.
3. Untuk retakan kecil, cukup dilakukan penambalan dengan plesteran. Tujuannya agar tulangan besi tidak berhubungan langsung dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

2. Kolom Retak

Keretakan pada kolom bisa dikategorikan menjadi tiga jenis, kerusakan yang sifatnya tidak membahayakan, sedang dan membahayakan bila tidak segera ditangani. Apa saja yang menyebabkan kolom retak ?
Retak geser
Retak dengan pola diagonal/miring pada kolom biasanya disebut retak geser, yang disebakan oleh gaya pada arah horisontal/datar. Retak geser seperti ini cukup membahayakan bila tidak segera di tangani, karena bisa menyebakan kolom roboh dan tidak mampu menopang bangunan.
Retak lentur
Retak dengan pola horisontal/datar biasanya disebut retak lentur, disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada kolom. Seperti halnya retak geser, retak lentur perlu ditangani dengan cermat.
Selimut beton terkelupas
Selimut beton pada kolom terkelupas, dapat disebakan oleh rendahnya kualitas/mutu beton yang digunakan, sehingga kekuatan beton terhadap tekanan berkurang dan selimut beton mudah pecah. Kontrol terhadap tahapan pembangunan sangat diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas beton.
Tulangan bengkok
Kerusakan pada kolom dimana tulangan besi utama terlihat bengkok. Secara kasat mata terlihat kolom sedikit bengkok. Hal ini diakibatkan kurangnya jumlah dan atau kurangnya ukuran besi pengikat (sengkang).
Retak rambut dengan pola tidak beraturan
Saat usia bangunan masih muda, retak-retak rambut sudah bisa dideteksi. Sekalipun retak rambut tidak membahayakan, namun cukup mengganggu pemandangan. Retak-retak kecil ini banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan, yaitu perubahan suhu panas dan dingin yang drastis. Misalnya rumah dibangun pada musim panas, setelah selesai terpapar hujan terus menerus.

3 Alternatif solusi :
1. Untuk retak diagonal dan retak horisontal perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan kolom, apabila kolom masih cukup kuat cukup dilakukan grouting dengan cairan epoxy pada daerah tekan.
2. Jika setelah di analisa kolom kurang kuat, maka diperlukan pelebaran ukuran kolom. Pelebaran ini dilakukan untuk memperkuat kolom sehingga mampu menahan beban di atasnya.
3. Untuk retak-retak kecil, cukup dilakukan penambahan dengan plesteran agar tulangan besi tidak berhubungan dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

3. Dinding/Lantai Retak

Keretakan pada dinding banyak disebabkan oleh kurangnya kualitas beton dinding basement. Kualitas beton dinyatakan dengan satuan K (contoh : K-125, K-175, K-250 dst). Untuk rumah-rumah yang dibangun secara massal kerusakan semacam ini banyak ditemui. Keretakan pada lantai akibat gaya uplift yang melebihi kapasitas lantai basement. Adanya pergerakan tanah di bawah lantai basement, sehingga terjadi keretakan pada dinding dan lantai basement. Ini dapat juga mengakibatkan sobeknya waterstop (karet penahan air tanah).

2 Alternatif Solusi :
1. Siapkan cairan kimia khusus yang sifatnya mengikat dan cepat kering (epoxy), selanjutnya suntikkan/grouting pada daerah retakan.
2. Untuk waterstop yang sobek harus diganti dengan yang baru.

4. Dinding Pagar Miring

Sering kita jumpai dinding pagar tembok yang miring atau hampir roboh. Tentu saja akan membahayakan bila dinding roboh dan menimpa lingkungan di sekitarnya atau orang yang melintas. Apa saja penyebab dinding pagar tembok roboh ? Pertama letak pondasi kurang dalam sehingga tidak mampu menahan beban dinding pagar di atasnya, akibatnya dinding miring. Kedua, dinding pagar tembok terkena beban angin/dorongan yang besar. Adanya perubahan karateristik tanah di sekitar pondasi pagar yang mengakibatkan daya dukung tanah berkurang, sehingga memperlemah pondasi.

3 Alternatif Solusi :
1. Gali tanah di sekitar pondasi, luruskan pagar yang miring dengan penambahan perkuatan sementara, berupa penopang kayu/besi pada dinding pagar.
2. Buat pondasi dan sloof di belakang pagar sebagai tempat dudukan kolom/tiang penopang.
3. Buat kolom/tiang berbentuk segitiga untuk menahan kemiringan pagar. Ukuran tiang disesuaikan dengan beban dinding yang ditopang.

5. Pondasi Batu Kali Turun

Penyebab :
1. Lapisan tanah di bawah pondasi kurang padat/kurang keras sehingga tidak mampu menopang beban di atasnya.
2. Ukuran pondasi kurang besar, tidak sesuai dengan beban bangunan di atasnya.
3. Posisi/letak pondasi berada dalam sudut longsor tanah.
4. Tanah mengalami perubahan karakteristik akibat kejadian alam seperti banjir, gempa bumi.

4 Alternatif Solusi :
1. Buat pondasi baru yang berada dekat dengan pondasi yang turun. Tujuannya untuk membagi beban yang berlebih.
2. Padatkan permukaan tanah di bawah pondasi yang baru dengan cara manual atau dengan bantuan mesin stamper sehingga daya dukung tanah meningkat.
3. Perbaiki ketinggian balok dan dinding yang rusak akibat penurunan pondasi.
4. Buat tiang di atas pondasi baru untuk menghentikan penurunan.

6. Keramik Pecah, Akibat Lantai Beton Retak

Penyebab :
1. Pecahnya keramik lantai bisa disebabkan oleh beton di bawahnya. Lantai beton yang terkena beban yang melebihi kapasitasnya akan retak/pecah. Akibatnya lantai keramik yang menempel di atasnya turut retak/pecah.
2. Adanya gempa menyebabkan lantai beton terkena gaya geser sehingga mengalami pergerakan. Gerakan ini juga dapat menyebabkan lantai keramik di atasnya retak/pecah.
3. Penggunaan kualitas beton yang tidak memenuhi syarat. Misalnya komposisi campuran semen, pasir dan air yang tidak sesuai atau menggunakan air yang kotor dapat menyebabkan lantai beton retak.
4. Kesalahan teknis dalam pengerjaan lantai beton, misalnya kekeliruan pada susunan.anyaman besi beton, posisi sambungan coran beton, perancah/bekisting dilepas sebelum beton cukup keras.

3 Alternatif Solusi :
1. Lepaskan lantai keramik yang pecah dan kikis retakan pada lantai beton.
2. Beri cairan kimia khusus untuk menutup retakan.
3. Tutup kembali permukaan lantai beton yang sudah diperbaiki dengan keramik.


Apakah anda suka dengan artikel ini? Kenapa tidak menulis komentar dibawah dan melanjutkan untuk berdiskusi, atau berlangganan postingan ini dan mendapatkan artikel ini di feed reader anda.

Tautan Blog

Belum ada trackbacks/pingbacks.

Komentar

terima kasih

[Reply]

Boleh juga tips dan trik-nya nih…..
Thanks ya…

[Reply]

WAH,…MENARIK DEH ARTIKELNYA. BERGUNA BUAT PARA PRAKTISI DI LAPANGAN.KASUS KASUS TSB DIATAS SERING TERJADI DI LAPANGAN DAN BANAYK JG YG TDK TAU PENYEBABNYA.

[Reply]

rumah saya baru saja selesai dibuat tp koq temboknya sudah retak2…dan retaknya itu terdapat disemua ruangan..dan yg paling jelas terlihat di bagian tembok dekat jendela…retaknya itu klo didekat jendela vertikal dan di ruang keluarga/kamar retak horizontal..rumah saya pondasinya dari ceker ayam…dan rumah saya didak baru bawahnya saja atasnya belum karena masalah keuangan…apa mungkin karena adukan daknya terlalu tebal karena saya tidak mengerti masalah adukan semua saya serahkan ketukang…mohon bantuan..terima kasih

[Reply]

gussuta reply on Maret 3rd, 2009 8:01 am:

Bapak Syaiful yang saya banggakan, masalah retak2 pada temboknya, itu karena :
1. Tulangan pada sloof maupun pada baloknya terlalu kecil.
2. Campuran pada plesterannya, terutama semennya tidak sebanding dengan jumlah pasir dalam 1x adukan. (1:6 atau 1:7)
3. Bangunan dengan pondasi cakar ayam tidak menjamin akan bangunan itu kuat, jika tidak memperhatikan perbandingan antara tinggi bangunan dengan dalamnya pondasi, dimensi tulangan, lebar telapak dan struktur tanah setempat.
4. Waktu pemasangan jendela, agar dipasangkan angker pada kusennya, untuk mencegah terjadinya retak geser.
4. Dan pada pemasangan tembok, sebelumnya bata agar direndam dahulu dan plesterannya jangan terlalu tebal atau lebih dari 2,5 cm

Mudah2an ada manfaatnya

[Reply]

wah bermanfaat sekali tipsnya.

rumah saya persis seperti kondisi pak saiful, baru dibangun namun tembok kamar sudah retak (2mm), retaknya pas di siku vertikal dan juga dibagian tengah horizontal. Namun yang retak hanya tembok kamar saja, yang lain tidak, apa saya harus membongkar tembok tersebut atau ada cara yang lebih effisien, biar biayanya gak keluar terlalu banyak lagi.

untuk saat ini tembok dibagian luar sedang di plester sama tukang karena sebelumnya belum diplester sehingga kalau kena hujam airnya merembes ke sisi tembok dalam. Ada saran tidak setelah proses plester selesai pada saat penghalusan semen harus dicampur apa agar bisa tahan air/waterproof.
Saya baca-baca katanya harus dicampur damdex atau bisa juga pake supercement, menurut anda kira2 paling baik pake apa ?

Terimaksih atas sarannya. :)

[Reply]

Bang , maaf ,saya lagi ada masalah, boleh tanya ngak,
saya lag ada tugas PKL di pabrik cemen cibinong, saya dikasih tugas menghitung kekuatan beton,k175,k275,saya bingung, beban yang di tempatkan di atas pondasi sekitar 20 ton,bagaiman menghitung beton k175,k275, kok bisa ketemu k175/k275,
kata temen saya itu dari uji lab , tapi bos saya minta di hitungkan,campuran cemen,pasir,split,air,satu lagi bang, jika saya bisa menentukan itu , saya juga di tanya berapa kekuatan beban yang boleh ada di atasnya,?
terima kasih bang , atas bantuanya,
kalau boleh bisa di emeil ke alamat i-meil saya bang,makasih ya bang.

salam

tris

Jawab :

Sdr Trisnanjoyo yang saya banggakan,saya akan mencoba menjawabnya, mudah2 ada manfaatnya. Untuk menghitung beban diatasnya, tidak saya dari kualitas beton aja yang ditinjau tapi juga dari dimensi dan tulangan yang mendukungnya. Karena kalau beton aja tanpa tulangan, berarti konstruksi itu hanya mampu menahan tekan saja , sedangkan tariknya hanya mampu menahan 8 % dari kekuatan tekannya.
Seperti kata temen anda, memang betul, nilai beton K175/K275 itu hasil uji lab kuat tekan beton (dengan benda uji kubus).
Untuk K175 / m3 biasanya : Air = 190 ltr ; Semen PPC = 297 kg ; Pasir = 745 kg dan Kerikil = 1143 kg.
Untuk K1300 /m3 biasanya : Air = 190 ltr ; Semen PPC = 371 kg ; Pasir = 680 kg dan Kerikil = 1134 kg.

[Reply]

tips yang baik sekali, jika boleh saya bertanya kebetulan rumah saya bangunan BTN, dan kualitas acian dinding sepertinya kurang baik (campuran pasir dan semen tidak seimbang) sehingga bagian plesteran luar dinding mengelupas (tahap awal tembok menggelembung, retak dan jika dikelupas dan meninggalkan lubang2 yang cukup besar) kira2 apakah lebih baik mengaci ulang semua tembok atau ada bahan khusus yang kiranya dapat digunakan sebagai alternatif? misalkan epoxy dan grouting yang disebutkan diatas. terima kasih sebelumnya

[Reply]

bagus artikel dan tipsnya, saya juga mau tanya…dinding (bagian dalam) tempat kerja saya (pabrik) baru 2 th dibangun ..nah masalah yg timbul adalah ada semacam cairan licin yng muncul di dinding dan juga mempengaruhi catnya..sudah kita bongkar ,plester ulang aci dan cat lagi tapi 2 bulan kemudian muncul lagi..dan ini banyak sekali di beberapa titik….info yg sy dapat salah satunya waktu pembangunan kontraktor memakai air tanah yang mengandung garam..kalo itu bener gimana ngatasinnya…tlong sarannya…thanks

[Reply]

Tips nya berguna banget terutama buat praktisi dilapangan
saya ingin bertanya, seandainya ternyata pelaksana dilapangan mengurangi jumlah tulangan besi pada pondasi dan kolom dari rencana, kira2 apa yang akan terjadi? solusinya apa dan ada peraturan yang mengatur tentang hal tersebut tidak? thx before

[Reply]

Artikel yg pas dengan masalah saya, dimana dimana ringbalk yang mengantung dak saya retak mohon saran perbaikannya pak mungkin bisa via email nanti saya sertakan foto keretakan tersebut terima kasih

[Reply]

Terima kasih artikelnya sangat berguna. Saya ingin bertanya. Rumah kami sudah di dak pada bagian belakang 1/2 dari ukuran rumah untuk penambahan 2 buah kamar, tapi saat ini retak-retak pada kolom tulangannya dan juga dinding-dindingnya. Hal ini terjadi entah karena perhitungan yang kurang baik atau struktur tanahnya yang tidak mendukung, karena perumahan yang kami tempati dulunya berasal dari tanah rawa.

Mohon advise Bapak kami bermaksud merenovasi rumah. Suami bermaksud mempertahankan dak belakang dengan penguatan pada dak tulangannya tapi saya kuatir dengan kondisi dak beton yang telah dibuat. Bagaimana menyikapi struktur tanah bekas rawa apakah harus ada perhitungan khusus untuk pembuatan pondasi dan struktura tulangan, sebaiknya berapa dalam pondasi harus dibuat.

Mohon pencerahannnya Pak. Terima kasih banyak atas infonya.

[Reply]

Mau Tanya boleh ya pak? Saya sedang membagun rumah dua lantai, namun khusus untuk lt 2 saya merasa kekuatan cor kurang kuat alias agak lentur / kalo ada orang jalan lantai terasa bergetar/goyang2. Mungkin tebal cor kurang atau besi kurang tebal namun sudah terlanjur jadi,,,bGm solusi memperkuat kekuatan beton cor lantai 2 tersebut ? Mohn saran
Tks
WWW

[Reply]

- saya suka posting ini, perkenalkan saya Agus Suhanto

[Reply]

tanya dunk …
apa saja akibat dan bagaimana cara mengatasi adanya keretakan pada plesteran dinding…
tks..

[Reply]

ada ngga cara atau chemical untuk menguraingi kerasnya beton pada saat pembongkaran(bobokan)beton jadi dikerjakan??

[Reply]

Tips nya bagus banget. Sekalian mau tanya ya mas gus…
Rumah kami di bandung baru selesai dibangun sekitar 6 bulan yl. Ketika terjadi gempa di Tasik, timbul retak2 horizontal di 3 spot. Yg terbesar lebar celahnya -+ 1mm. Semua retak ini ada di lantai 2. Kebetulan kami bangun rumah 2 lantai di atas lahan urugan sawah. Apakah penyebab retak dinding tsb karena semata gempa atau karena secara struktur kurang memadai?
Kami akui saat itu karena kami awam & keterbasan biaya kami percayakan saja kepada tukang. Idealnya untuk membangun rumah 2 lantai dan membuat dudukan torn di atas plafon lantai 2 komposisi kolom beton dan tulangannya bagaimana? Berdasarkan informasi dari tukang, lantai satu menggunakan tulangan besi berpenampang 12 mm full sebanyak 6 bh. Namun untuk lantai 2 nya menggunakan kombinasi 4 bh 12 mm + 2 bh 10 mm. Begitu pula dengan dak dudukan torn di lantai 3. Bgm saran mas gus untuk mengatasinya?
Terimakasih sebelumnya.

[Reply]

Nothing succeeds like the appearance of success.

[Reply]

Artikelnya cukup bagus,
saya punya maslash dengan lantai gudang yang pecah-pecah sehingga menimbulkan debu,ada yang beri saran untuk plaster ulang setebal 2-3cm(Topping up ), apakah solusi itu bagus atau punya saran lain pak?

terima kasih atas attensi dan bantuanya.

Salam,
Ronald - Pekanbaru

[Reply]

Gimana Caranya Bikin Campuran Mortar Yang Bagus, Untuk Presteran Rumah…
Apakah Harus Dicampur Addetif,Atau Ada Bhn Laen Yang Bisa Bikin Plesteran Kuat…
Gmn Caranya Mengatasi Acian Rumah Yang Retak & Gmn Caranya Bikin Campurn Untuk Acian,Biar Awet..????? Trimakasih

[Reply]

Saya mau tanya :
Saya lagi renovasi,saya sdh pakai dinding pakai hebel dan perekat hebel memakai semen mortar PM 100.Saya mau untuk plesterannya mana yang lebih murah biayanya dan bagaiman kwalitasnya jika saya memakai semen biasa dicampur pasir dibandingkan dengan semen mortar PM 200,dan bagaimana cara menghitung biaya plesteran per m2 nya.

tks atas bantuannya.

[Reply]

Tulis komentar

Baris dan paragraf memotong otomatis, alamat e-mail tidak pernah ditampilkan HTML diizinkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(wajib)

(wajib)