Tip Mengatasi Masalah Pada Bangunan

Kerusakan pada bangunan struktur, sering kali disebabkan oleh kesalahan manusia (human error), hal ini karena manusia/pekerja ini sebagian besar kualitasnya masih jauh dibawah rata-rata dibandingkan dengan perkembangan teknologi bahan itu sendiri. Selain manusia, kebutuhan akan dana/uang sangat memegang peranan penting dalam memenuhi akan kualitas bangunan yang bermutu karena dengan dana  yang minim tentu akan memilih material yang kualitas minim pula/kualitas rendah. Tentu dengan kualitas rendah maka umur bangunan itu sendiri ikut rendah. Untuk mengatasi masalah dengan kualitas rendah, baik dari segi manusia maupun material, ada beberapa tip untuk menutupi pengeluaran yang besar dengan peningkatan kekuatan struktur bangunan.

1. Balok Beton Retak

Retak struktur pada balok memiliki pola vertikal atau diagonal, selain itu terdapat juga  pola retak-retak rambut. Keretakan balok beton dapat dikategorikan menjadi retak struktur yang terdiri dari retak lentur yang memiliki pola vertikal/tegak biasanya disebabkan oleh beban yang melebihi kemampuan balok dan retak geser yang memiliki pola diagonal/miring biasa terjadi setelah adanya retak lentur yang memiliki pola vertikal. Retak geser juga dapat terjadi jika balok terkena gaya gempa. Selain itu keretakan balok dapat disebabkan proses pengerjaan yang kurang sempurna. Retak-retak kecil atau retak rambut, banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Umumnya terjadi karena balok terpapar sinar matahari dan hujan.

3 Alternatif solusi :
1. Untuk balok beton yang di bawahnya terdapat dinding, dapat dibuat kolom/tiang kecil tambahan disekitar retakan. Fungsi kolom ini adalah untuk menopang balok dan membantu menyalurkan beban ke bawah/pondasi.
2. Untuk balok beton yang di bawahnya tidak memungkinkan diberi kolom tambahan, pertama-tama diberi injeksi epoxy pada retakan, kemudian dilakukan pembesaran dimensi balok dengan perkuatan eksternal.
3. Untuk retakan kecil, cukup dilakukan penambalan dengan plesteran. Tujuannya agar tulangan besi tidak berhubungan langsung dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

2. Kolom Retak

Keretakan pada kolom bisa dikategorikan menjadi tiga jenis, kerusakan yang sifatnya tidak membahayakan, sedang dan membahayakan bila tidak segera ditangani. Apa saja yang menyebabkan kolom retak ?
Retak geser
Retak dengan pola diagonal/miring pada kolom biasanya disebut retak geser, yang disebakan oleh gaya pada arah horisontal/datar. Retak geser seperti ini cukup membahayakan bila tidak segera di tangani, karena bisa menyebakan kolom roboh dan tidak mampu menopang bangunan.
Retak lentur
Retak dengan pola horisontal/datar biasanya disebut retak lentur, disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada kolom. Seperti halnya retak geser, retak lentur perlu ditangani dengan cermat.
Selimut beton terkelupas
Selimut beton pada kolom terkelupas, dapat disebakan oleh rendahnya kualitas/mutu beton yang digunakan, sehingga kekuatan beton terhadap tekanan berkurang dan selimut beton mudah pecah. Kontrol terhadap tahapan pembangunan sangat diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas beton.
Tulangan bengkok
Kerusakan pada kolom dimana tulangan besi utama terlihat bengkok. Secara kasat mata terlihat kolom sedikit bengkok. Hal ini diakibatkan kurangnya jumlah dan atau kurangnya ukuran besi pengikat (sengkang).
Retak rambut dengan pola tidak beraturan
Saat usia bangunan masih muda, retak-retak rambut sudah bisa dideteksi. Sekalipun retak rambut tidak membahayakan, namun cukup mengganggu pemandangan. Retak-retak kecil ini banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan, yaitu perubahan suhu panas dan dingin yang drastis. Misalnya rumah dibangun pada musim panas, setelah selesai terpapar hujan terus menerus.

3 Alternatif solusi :
1. Untuk retak diagonal dan retak horisontal perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan kolom, apabila kolom masih cukup kuat cukup dilakukan grouting dengan cairan epoxy pada daerah tekan.
2. Jika setelah di analisa kolom kurang kuat, maka diperlukan pelebaran ukuran kolom. Pelebaran ini dilakukan untuk memperkuat kolom sehingga mampu menahan beban di atasnya.
3. Untuk retak-retak kecil, cukup dilakukan penambahan dengan plesteran agar tulangan besi tidak berhubungan dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

3. Dinding/Lantai Retak

Keretakan pada dinding banyak disebabkan oleh kurangnya kualitas beton dinding basement. Kualitas beton dinyatakan dengan satuan K (contoh : K-125, K-175, K-250 dst). Untuk rumah-rumah yang dibangun secara massal kerusakan semacam ini banyak ditemui. Keretakan pada lantai akibat gaya uplift yang melebihi kapasitas lantai basement. Adanya pergerakan tanah di bawah lantai basement, sehingga terjadi keretakan pada dinding dan lantai basement. Ini dapat juga mengakibatkan sobeknya waterstop (karet penahan air tanah).

2 Alternatif Solusi :
1. Siapkan cairan kimia khusus yang sifatnya mengikat dan cepat kering (epoxy), selanjutnya suntikkan/grouting pada daerah retakan.
2. Untuk waterstop yang sobek harus diganti dengan yang baru.

4. Dinding Pagar Miring

Sering kita jumpai dinding pagar tembok yang miring atau hampir roboh. Tentu saja akan membahayakan bila dinding roboh dan menimpa lingkungan di sekitarnya atau orang yang melintas. Apa saja penyebab dinding pagar tembok roboh ? Pertama letak pondasi kurang dalam sehingga tidak mampu menahan beban dinding pagar di atasnya, akibatnya dinding miring. Kedua, dinding pagar tembok terkena beban angin/dorongan yang besar. Adanya perubahan karateristik tanah di sekitar pondasi pagar yang mengakibatkan daya dukung tanah berkurang, sehingga memperlemah pondasi.

3 Alternatif Solusi :
1. Gali tanah di sekitar pondasi, luruskan pagar yang miring dengan penambahan perkuatan sementara, berupa penopang kayu/besi pada dinding pagar.
2. Buat pondasi dan sloof di belakang pagar sebagai tempat dudukan kolom/tiang penopang.
3. Buat kolom/tiang berbentuk segitiga untuk menahan kemiringan pagar. Ukuran tiang disesuaikan dengan beban dinding yang ditopang.

5. Pondasi Batu Kali Turun

Penyebab :
1. Lapisan tanah di bawah pondasi kurang padat/kurang keras sehingga tidak mampu menopang beban di atasnya.
2. Ukuran pondasi kurang besar, tidak sesuai dengan beban bangunan di atasnya.
3. Posisi/letak pondasi berada dalam sudut longsor tanah.
4. Tanah mengalami perubahan karakteristik akibat kejadian alam seperti banjir, gempa bumi.

4 Alternatif Solusi :
1. Buat pondasi baru yang berada dekat dengan pondasi yang turun. Tujuannya untuk membagi beban yang berlebih.
2. Padatkan permukaan tanah di bawah pondasi yang baru dengan cara manual atau dengan bantuan mesin stamper sehingga daya dukung tanah meningkat.
3. Perbaiki ketinggian balok dan dinding yang rusak akibat penurunan pondasi.
4. Buat tiang di atas pondasi baru untuk menghentikan penurunan.

6. Keramik Pecah, Akibat Lantai Beton Retak

Penyebab :
1. Pecahnya keramik lantai bisa disebabkan oleh beton di bawahnya. Lantai beton yang terkena beban yang melebihi kapasitasnya akan retak/pecah. Akibatnya lantai keramik yang menempel di atasnya turut retak/pecah.
2. Adanya gempa menyebabkan lantai beton terkena gaya geser sehingga mengalami pergerakan. Gerakan ini juga dapat menyebabkan lantai keramik di atasnya retak/pecah.
3. Penggunaan kualitas beton yang tidak memenuhi syarat. Misalnya komposisi campuran semen, pasir dan air yang tidak sesuai atau menggunakan air yang kotor dapat menyebabkan lantai beton retak.
4. Kesalahan teknis dalam pengerjaan lantai beton, misalnya kekeliruan pada susunan.anyaman besi beton, posisi sambungan coran beton, perancah/bekisting dilepas sebelum beton cukup keras.

3 Alternatif Solusi :
1. Lepaskan lantai keramik yang pecah dan kikis retakan pada lantai beton.
2. Beri cairan kimia khusus untuk menutup retakan.
3. Tutup kembali permukaan lantai beton yang sudah diperbaiki dengan keramik.


Apakah anda suka dengan artikel ini? Kenapa tidak menulis komentar dibawah dan melanjutkan untuk berdiskusi, atau berlangganan postingan ini dan mendapatkan artikel ini di feed reader anda.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Boleh juga tips dan trik-nya nih…..
Thanks ya…

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

WAH,…MENARIK DEH ARTIKELNYA. BERGUNA BUAT PARA PRAKTISI DI LAPANGAN.KASUS KASUS TSB DIATAS SERING TERJADI DI LAPANGAN DAN BANAYK JG YG TDK TAU PENYEBABNYA.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

rumah saya baru saja selesai dibuat tp koq temboknya sudah retak2…dan retaknya itu terdapat disemua ruangan..dan yg paling jelas terlihat di bagian tembok dekat jendela…retaknya itu klo didekat jendela vertikal dan di ruang keluarga/kamar retak horizontal..rumah saya pondasinya dari ceker ayam…dan rumah saya didak baru bawahnya saja atasnya belum karena masalah keuangan…apa mungkin karena adukan daknya terlalu tebal karena saya tidak mengerti masalah adukan semua saya serahkan ketukang…mohon bantuan..terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Bapak Syaiful yang saya banggakan, masalah retak2 pada temboknya, itu karena :
1. Tulangan pada sloof maupun pada baloknya terlalu kecil.
2. Campuran pada plesterannya, terutama semennya tidak sebanding dengan jumlah pasir dalam 1x adukan. (1:6 atau 1:7)
3. Bangunan dengan pondasi cakar ayam tidak menjamin akan bangunan itu kuat, jika tidak memperhatikan perbandingan antara tinggi bangunan dengan dalamnya pondasi, dimensi tulangan, lebar telapak dan struktur tanah setempat.
4. Waktu pemasangan jendela, agar dipasangkan angker pada kusennya, untuk mencegah terjadinya retak geser.
4. Dan pada pemasangan tembok, sebelumnya bata agar direndam dahulu dan plesterannya jangan terlalu tebal atau lebih dari 2,5 cm

Mudah2an ada manfaatnya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

wah bermanfaat sekali tipsnya.

rumah saya persis seperti kondisi pak saiful, baru dibangun namun tembok kamar sudah retak (2mm), retaknya pas di siku vertikal dan juga dibagian tengah horizontal. Namun yang retak hanya tembok kamar saja, yang lain tidak, apa saya harus membongkar tembok tersebut atau ada cara yang lebih effisien, biar biayanya gak keluar terlalu banyak lagi.

untuk saat ini tembok dibagian luar sedang di plester sama tukang karena sebelumnya belum diplester sehingga kalau kena hujam airnya merembes ke sisi tembok dalam. Ada saran tidak setelah proses plester selesai pada saat penghalusan semen harus dicampur apa agar bisa tahan air/waterproof.
Saya baca-baca katanya harus dicampur damdex atau bisa juga pake supercement, menurut anda kira2 paling baik pake apa ?

Terimaksih atas sarannya. :)

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Bang , maaf ,saya lagi ada masalah, boleh tanya ngak,
saya lag ada tugas PKL di pabrik cemen cibinong, saya dikasih tugas menghitung kekuatan beton,k175,k275,saya bingung, beban yang di tempatkan di atas pondasi sekitar 20 ton,bagaiman menghitung beton k175,k275, kok bisa ketemu k175/k275,
kata temen saya itu dari uji lab , tapi bos saya minta di hitungkan,campuran cemen,pasir,split,air,satu lagi bang, jika saya bisa menentukan itu , saya juga di tanya berapa kekuatan beban yang boleh ada di atasnya,?
terima kasih bang , atas bantuanya,
kalau boleh bisa di emeil ke alamat i-meil saya bang,makasih ya bang.

salam

tris

Jawab :

Sdr Trisnanjoyo yang saya banggakan,saya akan mencoba menjawabnya, mudah2 ada manfaatnya. Untuk menghitung beban diatasnya, tidak saya dari kualitas beton aja yang ditinjau tapi juga dari dimensi dan tulangan yang mendukungnya. Karena kalau beton aja tanpa tulangan, berarti konstruksi itu hanya mampu menahan tekan saja , sedangkan tariknya hanya mampu menahan 8 % dari kekuatan tekannya.
Seperti kata temen anda, memang betul, nilai beton K175/K275 itu hasil uji lab kuat tekan beton (dengan benda uji kubus).
Untuk K175 / m3 biasanya : Air = 190 ltr ; Semen PPC = 297 kg ; Pasir = 745 kg dan Kerikil = 1143 kg.
Untuk K1300 /m3 biasanya : Air = 190 ltr ; Semen PPC = 371 kg ; Pasir = 680 kg dan Kerikil = 1134 kg.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

tips yang baik sekali, jika boleh saya bertanya kebetulan rumah saya bangunan BTN, dan kualitas acian dinding sepertinya kurang baik (campuran pasir dan semen tidak seimbang) sehingga bagian plesteran luar dinding mengelupas (tahap awal tembok menggelembung, retak dan jika dikelupas dan meninggalkan lubang2 yang cukup besar) kira2 apakah lebih baik mengaci ulang semua tembok atau ada bahan khusus yang kiranya dapat digunakan sebagai alternatif? misalkan epoxy dan grouting yang disebutkan diatas. terima kasih sebelumnya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

bagus artikel dan tipsnya, saya juga mau tanya…dinding (bagian dalam) tempat kerja saya (pabrik) baru 2 th dibangun ..nah masalah yg timbul adalah ada semacam cairan licin yng muncul di dinding dan juga mempengaruhi catnya..sudah kita bongkar ,plester ulang aci dan cat lagi tapi 2 bulan kemudian muncul lagi..dan ini banyak sekali di beberapa titik….info yg sy dapat salah satunya waktu pembangunan kontraktor memakai air tanah yang mengandung garam..kalo itu bener gimana ngatasinnya…tlong sarannya…thanks

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Tips nya berguna banget terutama buat praktisi dilapangan
saya ingin bertanya, seandainya ternyata pelaksana dilapangan mengurangi jumlah tulangan besi pada pondasi dan kolom dari rencana, kira2 apa yang akan terjadi? solusinya apa dan ada peraturan yang mengatur tentang hal tersebut tidak? thx before

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Artikel yg pas dengan masalah saya, dimana dimana ringbalk yang mengantung dak saya retak mohon saran perbaikannya pak mungkin bisa via email nanti saya sertakan foto keretakan tersebut terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Terima kasih artikelnya sangat berguna. Saya ingin bertanya. Rumah kami sudah di dak pada bagian belakang 1/2 dari ukuran rumah untuk penambahan 2 buah kamar, tapi saat ini retak-retak pada kolom tulangannya dan juga dinding-dindingnya. Hal ini terjadi entah karena perhitungan yang kurang baik atau struktur tanahnya yang tidak mendukung, karena perumahan yang kami tempati dulunya berasal dari tanah rawa.

Mohon advise Bapak kami bermaksud merenovasi rumah. Suami bermaksud mempertahankan dak belakang dengan penguatan pada dak tulangannya tapi saya kuatir dengan kondisi dak beton yang telah dibuat. Bagaimana menyikapi struktur tanah bekas rawa apakah harus ada perhitungan khusus untuk pembuatan pondasi dan struktura tulangan, sebaiknya berapa dalam pondasi harus dibuat.

Mohon pencerahannnya Pak. Terima kasih banyak atas infonya.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Mau Tanya boleh ya pak? Saya sedang membagun rumah dua lantai, namun khusus untuk lt 2 saya merasa kekuatan cor kurang kuat alias agak lentur / kalo ada orang jalan lantai terasa bergetar/goyang2. Mungkin tebal cor kurang atau besi kurang tebal namun sudah terlanjur jadi,,,bGm solusi memperkuat kekuatan beton cor lantai 2 tersebut ? Mohn saran
Tks
WWW

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

- saya suka posting ini, perkenalkan saya Agus Suhanto

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

tanya dunk …
apa saja akibat dan bagaimana cara mengatasi adanya keretakan pada plesteran dinding…
tks..

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

ada ngga cara atau chemical untuk menguraingi kerasnya beton pada saat pembongkaran(bobokan)beton jadi dikerjakan??

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Tips nya bagus banget. Sekalian mau tanya ya mas gus…
Rumah kami di bandung baru selesai dibangun sekitar 6 bulan yl. Ketika terjadi gempa di Tasik, timbul retak2 horizontal di 3 spot. Yg terbesar lebar celahnya -+ 1mm. Semua retak ini ada di lantai 2. Kebetulan kami bangun rumah 2 lantai di atas lahan urugan sawah. Apakah penyebab retak dinding tsb karena semata gempa atau karena secara struktur kurang memadai?
Kami akui saat itu karena kami awam & keterbasan biaya kami percayakan saja kepada tukang. Idealnya untuk membangun rumah 2 lantai dan membuat dudukan torn di atas plafon lantai 2 komposisi kolom beton dan tulangannya bagaimana? Berdasarkan informasi dari tukang, lantai satu menggunakan tulangan besi berpenampang 12 mm full sebanyak 6 bh. Namun untuk lantai 2 nya menggunakan kombinasi 4 bh 12 mm + 2 bh 10 mm. Begitu pula dengan dak dudukan torn di lantai 3. Bgm saran mas gus untuk mengatasinya?
Terimakasih sebelumnya.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Nothing succeeds like the appearance of success.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Artikelnya cukup bagus,
saya punya maslash dengan lantai gudang yang pecah-pecah sehingga menimbulkan debu,ada yang beri saran untuk plaster ulang setebal 2-3cm(Topping up ), apakah solusi itu bagus atau punya saran lain pak?

terima kasih atas attensi dan bantuanya.

Salam,
Ronald – Pekanbaru

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Gimana Caranya Bikin Campuran Mortar Yang Bagus, Untuk Presteran Rumah…
Apakah Harus Dicampur Addetif,Atau Ada Bhn Laen Yang Bisa Bikin Plesteran Kuat…
Gmn Caranya Mengatasi Acian Rumah Yang Retak & Gmn Caranya Bikin Campurn Untuk Acian,Biar Awet..????? Trimakasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Saya mau tanya :
Saya lagi renovasi,saya sdh pakai dinding pakai hebel dan perekat hebel memakai semen mortar PM 100.Saya mau untuk plesterannya mana yang lebih murah biayanya dan bagaiman kwalitasnya jika saya memakai semen biasa dicampur pasir dibandingkan dengan semen mortar PM 200,dan bagaimana cara menghitung biaya plesteran per m2 nya.

tks atas bantuannya.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

kami ada membangun ruko walet 5 tingkat, yang mana tingkat pertama ada keretakan yang mengakibatkan kekawatiran kami, untuk diketahui kami memakai readymix mutu k.175, saya bingung untuk mengatasi keretakan tersebut apa yang akan saya perbuat ? mohon bantuannya. tks

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

saya dengar ada model keramik baru (dicor/dilapiskan, keramik ini mudah pemasangannya dan cepat.mohon penjelasan?

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

wow ilmu baru ni … :-)
.-= jabon´s last blog ..By- Asrofi =-.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

bagus buat tambahan informasi.
pak saya mau tanya. saya baru bangun rumah 2 lantai.
tapi kalau lantai 2 kita loncatin atau kaki kita hentak ke lantai 2. Lantai 2 serasa bergetar. apa ini salah kontruksi. Apa tidak berbahya misalnya bisa roboh. mohon pendapatnya pak.. terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

tips sangat saya sukai
saya mau nanya pak, mohon bantuanny saya baru bangun rumah 2 lantai. tapi kok dinding nya dah banyak yang retak ya pak, retakny bukan d dalamnya aza tapi luar dalam .saya perhatikan kok retaknya dari batanya juga ikut2an,kalau hujan basahny sampai kedalam ruangan, apakah karena batanya yang saya beli waktu itu belum kering? mkasih pak mohon bantuanya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Sesudah lebaran ini saya berencana renovasi rumah. bangunan lama saya bongkar. Latak tanah saya miring ke samping agak tajam juga. Dan pada bagian paling rendah adalah tanah basah (berair, rawa). selisih tinggi antara tanah tertinggi dan terendah adalah sekitar 2 meter. Di atas tersebut akan saya dirikan rumah struktur 2 lantai ukuran 6 X 9. Pertanyaan saya:
1. Apabila saya bermaksud membuat lantai dasar rata sesuai tinggi tanah tertinggi, bagaimanakah bentuk dan ukuran fondasi/cakar ayam yang memenuhi syarat untuk itu. 2. Apa saja perlakuan terhadap tanah terendah yang berair tersebut. 3. Saya memakai besi beton 12 mm SNI. Berapa besar ukuran sloof/kolom yang sesuai standar. (kalau perlu tolong dibuatkan oret-oretan gambar biar saya dan tukangnya lebih paham).

Demikianlah pertanyaan saya dan jawaban Bapak sangat saya nantikan. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Om gmna cra mngatsi problemq sya kan ada masalh nie ,masalahx tuh sya telah boongn og tua sya truss solusix gmna ya om…

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

infonya bagus bgt… Kebetulan qta lg nyari info ini bwt masukan perumahan qta.. Spy g terjadi hal2 spt ini.. Thx y

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

berterus terang..itu lebih baikk

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Mas..tolong banget ni mas..saran n bantuannya…

kami tinggal di ruko berlantai 3..awalx rumah ini tidak miring ke kiri..tp setelah disebelah kiri rumah kami dibangun ruko berlantai 2 dan sekarang ini bangunan tsb telah sangat miring karena pondasi bawah rumah tsb telah hancur…

dan gawatx rumah kami juga ikut2tan miring ke kiri…mohon bantuanx dong mampai rumah kami mring n ambruk..dimana lg kami mencari utk membangun mas…tolong saranx mas… apa yg harus kami lakukan…ohya disamping kiri lt.2 n 3 rumah kami ada teras samping utk jalan samping..apa itu harus dibongkat/dihancur?… n apa kami harus mengosongkan atau mengurangi isi rumah agar tidak +miring?….
mohon bgt bantuannya mas……thanks sebelumnya….

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Saya Baru selesai membangun rumah….sblm ditempati koq sudah banyak retak rambut yach..tolong solusinya gi mana ya soalnya sudah di plester koq muncul lagi. tanks.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

jika rymah bangunan asli (bangunan perumahan) lalu di renovasi..dan skrg akan di renovasi tingkat yang sebelumnya tidak tingkat ? apkah yg harus dilakukan dgn pondasi agar bagunan baru kokoh dan tahan lama ?
trimakasih…

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Saya baru slesai membuat dak beton tp baru skitar 3 bln temboknya sdh retak2 baik vertikal maupun horizontal,saya khawatir tiang&temboknya tdk kuat menopang beban daknya krn pngerjaanya dgn sistem borongan,apakah saya dpt minta informasi ahli yg dpt mengecek kondisi tsb,salam terima kasih.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

saya suka artikel ini, perkenalan nama saya purwanto mau ikut nimbrung.
saya punya permasalahan ada beberapa balok rumah saya mengalami retak vertikal ada yang ditengah bentang dan ada yang dipinggir bentang, lebar retak kurang lebih 0.3 mm, bagaimana cara mengatasi masalah tersebut padahal diatas balok rencana akan diberi beban merata dinding (tembok), balok tersebut balok gantung tidak dinding yang menahan dibawahnya..terima kasih.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Aduh makasih ya Tipsnya, kebetulan lagi butuh nih jadi pas ketemu ^^ tapi kalau boleh tau kalau besi bengkok cara pasangnya lagi biar betul gimana ya karena besinya beanr benar bengkok di rumah saya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

siiiiiiiiiiiipppppppppppppppppppppppppp !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! oooooooookkkkkkkkkkkkkeeeeeeeeeeeeeee

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

bapak bapak bisa bantu kami untuk menyiasati bangunan rumah di dekat rawa(air laut)?
efek air laut di bangunan di sekitarnya mengakibatkan tembok2 mengikis.
trimakasih ya atas tips dan bantuanyaaa..

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

turut prihatin bos,

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

temboknya di cat minyak bos, tapi agak tebal biar ga bocor, tks

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

isu do i lae…ha ha ha ha

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

klu menurutku pasang aja lantai papan di lantai 2 bos, kan lebih mantap… he he he..tks

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

akibatnya jelek, cara mengatasinya dempul, tks

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

saya mau nanya nih,,,kalau beton dengan tebal 13,5 cm tanpa tulangan dengan kuat karateristik K350 mampu menerima beban berapa ton,,,,
terima kasih sebelumnya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

saya mau tanya bang, saya dapat tugas, disuruh nyari ketahanan coran K275, berapa jam sih tahannya,
terima kasih sebelumnya bang

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

thank uu dab …

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

maaf pa saya cma mau nanx jika sbuang bangunan roboh apkah seprang arsitek jga ikut brtanggung jawab.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Terima kasih telah berbagi ilmu yang bermanfaat.
Semoga TUHAN memberi umur panjang, sehat, rezeki yang melimpah, serta ditambahkan ilmu yang lebih banyak.
agar bisa berbagi ilmu dengan sesama. Amien…….

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Pak sy membangun rumah 2 lantai, Untuk lantai 2, daknya klau kita jalan terdengar berbunyi dari lantai 1. Saya jadi agak khawatir, apa bagunan saya bisa saat bisa roboh? kolom dan Slop tidak begitu besar. Saya termasuk awam tentang bangunan, semua saya serahkan pada tukang waktu membangun. gimana cara mengatasinya pak?, ada yang bilang di kasi balok tambahan dibawah dak. Gimana cara mengatasinya pak? klu dikasi balok dibawah dak antara dinding dgn dinding apa perlu pake kolom lagi? Mophon saran dan solusinya pak. trims

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

maaf saya ada pertanyaan tlg dijawab, klo misalnya atap yang sudah terlanjur dicor bisa dilubangi gak buat pemasangan kabel listrik soalnya karena tidak diawasi tukang lupa masukin kabel . memangnya hasil coran itu akan benar-benar kering setelahbrp lama ya?sy sangat tidak paham tentang bangunan jd tolong dijawab dan trimakasih atas perhatiannya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

apakah ada pelat dinding pracetak tanpa tulangan yang mampu menahan beban lentur? trima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

pak saya sangat membutuhkan advise bapak.
kami berniat membangun rumah di tanah dekat sawah uk 21 x 8.5, setelah diurug sedalam 3 meter baru menemukan tanah keras. kami berencana utk membangun basement di tanah tsb. apakah AMAN membangun basement setinggi 4 meter di tanah bekas sawah? bagaimana caranya? sebagai info tanah belakang kami masih dalam bentuk sawah, tanah samping kiri rumah dan tanah samping kanan tanah yg sudah dipadatkan dan di depan jalan sekitar 3 meter sungai kecil.
tolong dijawab ya pak, kami benar2 membutuhkan advise dari bapak dan teman2.terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

mohon pencerahan dari bapak-bapak dan teman-teman.

rumah kami mengalami retak tembok dan penurunan lantai dikarenakan adanya pembangunan gedung bertingkat 4 dibelakang rumah kami. mohon solusi untuk rumah kami dalam perbaikannya jangka pendek dan jangka panjang. terima kasih.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

menurut gue struktur rumah dedyp menyatu dengan rumah bertingkat 4 sehingga otomatis lantai mengalami penurunan

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

saya mau tanya saya baru beli rumah trus gada pondasinya bisa ga saya bikin pondasi??????

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

wah., sangat membantu sekali., terimakasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Bpk yg baik, sy mau nanya sy br bangun rmh lt 2 tp dinidng luarnya retak sehingga klu hujan merembes ke dalam ruangan, apa yg saya pake utk nambal retak dinding dan merek apa yg bagus

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

[...] Artikel : http://www.gussuta.com/teknik/tip-mengatasi-masalah-pada-bangunan.html Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this [...]

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Mohon pencerahan dari teman-teman dan bapak….saya baru saja membeli sebuah rumah, dengan ukuran 132 M persegi, tetapi setelah saya amati ternyata rumah itu dinding bangunannya miring di dua sisi agak menyerong kesebelah kanan….setelah diukur ternyata ada selisih ketinggian pondasi sekitar 10 cm, antara sisi pondasi di sebelah kiri dengan pondasi di sebelah kanan…namun anehnya sampai saat ini tidak ada di retakan di kedua sisi dinding tersebut…saya mau menanyakan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut, tanpa harus membongkar bangunan yang sudah ada sekarang…terima kasih atas sarannya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

pa maaf saya lagi bangun rumah untuk 2 lantai, saya ingin membuat kolom yang rata dengan pasangan bata, tinggi bangunan bawah dibuat 3,5 m dan dinding lantai 2 dibuat 3m, saya mohon pada bapak kira-kira berapa ukuran ideal kolom tersebut dan menggunakan besi berapa? terima kasih sebelumnya,,

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Bapak yang kami hormati,.. Saya baru merenovasi rumah menjadi 2 lantai, tetapi di lantai 2 kalau ada yang berjalan terdengar gema ke lantai bawah dan lantai 2 tersebut kalau dihentakan terlalu keras seperti ada getaran sedikit, apa yang harus kami lakukan ? Dan apakah tidak berbahaya? Terima kasih untuk penjelasannya pak…..

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

infonyabmembantu skali.. rmh sy 2 lantai,namun lantai atas kami rencanakan hanya untuk taman. pengecoran plat lantai 2 dan balok menggnakan beton ready mix. stelah coran dibuka, banyak retakan diagonal pada balok n banyak retak rambut padaelat lantai,retak rambut bisa mencapai panjang sepanjang pelat lantai. bgm mana solusierbaikan balok n pelat lantai ya.. mohon sarannya. thnkss

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Artikel ini sangat membantu kami yang awam erhadap masalah bangunan… Seperti yang di kemukakan oleh ibu ratih, kami juga mempunyai masalah mengenai pecah rambut. Kami menggunakan beton ready mix tebal 10cm, menggunakan besi 12 mm dan 10mm, kami telah melakukan perendaman selama 10 hari.. Yang kami tanyakan, bagaimana mengatasi pecah rambut yang tidak beraturan hampir diseluruh beton….terima kasih atas pencerahannya….

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

mlm pak ini saya punya mslh….lisplank beton tampak muka. retak retak ada 3 bagian sisi sblh kanan tengah dan kiri.panjang listplank nya 7 meter setengah. bgmna cara mengatasinya trm

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

SATU LAGI YA PAK KIRAKIRA BERBAHAYA GA…… TLG KIRIM JAWABAN NYA KE EMAIL SAYA TRM KASH BANYAK

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

saya menemui masalah di pembangunan rumah saya, balok gantung yg sy pakai 15/30 dgn bentang 4m sbg penahan kuda2 galvalum tapi balok gantung tersebut mengalami lendutan, sedangkan kolom dan balok sama2 pakai 15/30, jika sy ganti memakai besi habim atau WF,itu yang aman dgn ketebalan besi berapa pak?? terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

sy ibu ru tangga,awam ttg bangunan,2thn lalu saya bangun rumah 2,5 lantai.dgn memakai jasa tukang bangunan biasa,namun baru setahun bangunan ditempati,terlihat lantai di bangunan lantai 2 turun kira2 10 cm,ini kelihatan di bagian lantai keramik yg mulai menurun dan tidak rata,,dan tampak pula pada keramik yg didinding bgn bawah yg bersambung dgn keramik lantai ,terlihat lepas,adapun lebar bangunan 8meter dan tak ada tiang yg besar ditengah bangunan,juga dinding ada yg retak memanjang melengkung,,apakah bahaya dgn adanya lantai yg turun? amankah rumah ini kami tempati?atau bagaimana solusinya?juga dgn dak dilantai 3,tempat penampungan air,,lantai dak,coran nya banyak yg mengelupas catnya yg dibawh dak dan retak2,itu terlihat dr bawah cor an,,mohon bapak ,saya tdk tau ukuran apa saja balok2 besinya,mohon bapa menjawab dan apa yg kami lakukan utk mengatasi bangunan kami ini<saya kuatir setiap kali menginjak lantai diatas,,sepertinya agak bunyi dan kalau di injak ,tks sebelumnya ,kami tunggu jawaban dan bantuannya dan klu boleh balas via email saya sekian dan tks

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Pak mohon pencerahan atas masalah-masalah berikut:

- Apa penyebab lantai menggelembung pada lantai tingkat dengan dak beton? Bagaimana solusi perbaikannya?
- Apa penyebab dinding retak tak beraturan? Bagaimana solusi perbaikannya?

Terima kasih, salam!

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Waduh.. sangat bermanfaat… pak ada pertanyaan lagi gimana kalo mau nembal torn yang bocor?

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

mohon bantuannya atas masalah saya ini :
Rumah saya bagian belakang udah di dak rencnanya mau di bangun 2 lantai.tp lantai2 belum di bangun karena terbentur biaya.
tapi saat ini retak-retak pada kolom tulangannya dan juga dinding-dindingnya. Hal ini terjadi entah karena perhitungan yang kurang baik atau struktur tanahnya yang tidak mendukung, karena perumahan yang kami tempati dulunya berasal dari tanah rawa.dan ada yg bilang tanahnya geser
Mohon advise Bapak kami bermaksud merenovasi rumah. Suami bermaksud mempertahankan dak belakang dengan penguatan pada dak tulangannya tapi saya kuatir dengan kondisi dak beton yang telah dibuat. Bagaimana menyikapi struktur tanah bekas rawa apakah harus ada perhitungan khusus untuk pembuatan pondasi dan struktura tulangan, sebaiknya berapa dalam pondasi harus dibuat.
Mohon pencerahannnya Pak. Terima kasih banyak atas infonya.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Gan, Mohon advise atas masalah yang saya hadapi ini:
saya merenovasi rumah yang awalnya 1lantai menjadi 2lantai. 5bulan setelahnya ternyata terjadi keretakan di setiap tulangan yang berakibat bocor dan airnya kelihatan mengalir ditembok lantai1.
Saya berencana menambah ketebalan cor +/- 5Cm dan ditambahin besi penguat (asumsi saya adalah adanya lentur Horisontal pd dak)
apakah aman jika saya menambah ketebalan cor
sebagai referensi bapak, spesifikasi bangunan saya sbb:
Tembok lantai bawah tidak ada keretakan karena struktur (hanya retak rambut), Tebal dak adalah 10cm dengan jarak besi sewaktu mau di cor adalah 10cm2,dilantai2 belum ada bangunan/beban.
Mohon pencerahan dan kalau boleh balas via email saya
Hatur Nuhun

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Bapak ada tambahan nih…di lantai 2 kalau ada yang berjalan terdengar gema ke lantai bawah apalagi kalau dihentakan seperti ada getaran/lentur, kalau siang hari saya berusaha untuk pelakukan pendinginan terhadap cor dengan air, karena pernah kejadian karena cuaca panas terdengar suara creck (retak cor)pada cor. apa yang harus kami lakukan ? Dan apakah tidak berbahaya? Terima kasih untuk penjelasannya pak…..

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Mohon informasinya,
saya sedang renovasi rumah bekas 2 lantai, dimana rencananya beberapa dinding di lantai 1 akan kami hilangkan untuk memperluas ruang. Setelah diteliti, ternyata besi cor lantai 2 dibuat terpisah dinding perdinding (tidak dibuat panjang sekaligus), jika dindingnya dihilangkan saya kuatir bangunan diatasnya akan turun/roboh. Mohon penjelasannya bagaimana teknik/solusi untuk menghilangkan dinding tersebut? tks.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

pak, saya mohon sangat pencerahannya nih, sy lagi bingung, sya baru bangun kos kosan,rencana 2 lantai sekarang sudah cor dak. lebar 3,2 meter panjang 13 meter dibagi kamar kamar, jadi bentang per kamar 3,2 x 2,6 meter. dikerjakan oleh tukang, jadi saya percaya sepenuhnya pada tukang. permasalahannya, tebal ring + dak = 25 cm (termasuk tebal dak 10 cm. penulannganya pakai besi 7,6 mm jarak besi 30 cm, dibuat selang seling, 2 lapis. jadi kalo dilihat dari atas jarak besi 15 cm. penulanganya tidak dibuat kuda kuda (yang lapis atas belok ke bawah). hanya lapis bawah dan atas diikat besi bentuk z dibeberapa titik. hasilnya dak sekarang kalo dipukul bunyi duk duk duk…gimana pak itu sudah kuat belum ya, kalo tidak kuat gmn solusi memperkuatnya…

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

maaf pak saya mohon masukannya.
saya mempunyai rumah 11 x 12 m2 yang terdiri dari 3 kamar plus
1 garasi. dinding kamar basah kalau turun hujan dan dinding nya pun sudah retak2 sekitar 2mm sedangkan bagian luar belum di plaster. untuk mengatasi masalah retak2 ini bagaimana solusinya. mohon pentujuk. Tq

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

bagus bngt tipsnya,tp sayangnya tdk disebutkan..bahaya atau tdk mendirikan bangunan ditanah bekas sawah,bekas rawa dsb.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Mohon Info,
Saya beli rumah sudah ada duk beton dengan ketebalan 15cm dan jarak dinding penopangnya 3 meter x 6 meter, pertanyaan saya, saya akan tempatkan barang diatas duk tersebut hingga lima ton dengan 4 kaki, assumsi saya beban tersebut akan terbagi rata untuk masing – masing kaki seberat 1,25 ton.

Apakah duk yang dibuat tersebut cukup kuat, atau perlu ada modifikasi kaki sehingga beban menjadi merata.

terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

informasi dan ulasannya begitu lengkap, saya yakin dengan memperhatikan tips-tips diatas pasti semua masalah pada bangunan akan teratasi.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

minta bantuannya :tiang teras kami amblas 3cm,sudah saya tambah tiang penyanggah beton bagaimana cara memperbaikki pondasi tiang lama dasar tanah ,rencana maunya di selipkan cor’an dikaki tiang pondasi ( digali disekitar tiang )soalnya dulu kuerang dalam galiannya dan tanpa cakar ayam trim atas bantuannya bapak….

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

minta bantuannya…
rumah saya kok keramiknya semuanya jumbul keatas dari kamar tidur sampai ruang keluarga..?

itu kenapa yah…?
trus cara memperbaikinnya bagaimana
terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Bang, kami saya baru saja membeli bangunan kios yang sudah didak tapi belum dibangun lantai atasnya. Bangunan itu sepertinya sudah beberapa tahun yang lalu dibangun, kurang tahu persisnya (mungkin 8 – 10 th). Saat ini kami sedang membangun lantai atas. Tapi kata tukang, lantai atas terasa getar. Kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana solusinya Bang. Saya jadi ragu, kira-kira aman tidak. Padahal kami sudah mengerjakan dinding lantai atas. Mohon bantuannya. Terimakasih sebelumnya.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Mohon solusi,
Pengecoran beton tanpa Tower Crain, area bangunan 30×30 m, tinggi bangunan 11 lantai 40 m’, ukuran lahan 35×45 m, keadaan samping kiri, kanan dan belakang gedung tinggi 20 m’ akses jalan hanya dari depan lebar 35 m’, mohon untuk solusi cor beton apakah ada alternatif lain karena jika menggunakan TC tidak memungkinkan? (waktu 8 bulan).
terimakasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

pak saya sedang mengerjakan (bangun ) rumah lantai 2 ,dan sedang mengali pondasi , dan menurut tukang saya untuk kolom mengunakan kolom tipis saja biar aagak rapi,,dengan ukuran 15×30 cm jadi dan besi kolom nya ukuran 8×30 dengan isi jumlah tulangan nya besi 12mmm 4 batang di tambah besi 10 mmm 4 batang jagi jumlah besi nya ada 8 batang yaitu 4 diameter 12 dan 4 diametr 10 ..tinggi lantai 4,30 ,,pertanyaan saya apakah Kolom tersebut cukup kuat untuk menahan beban mohon bantuan nya yaa pak terimakasih..!!

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

suatu kesalahan terjadi pada pelaksanaan di lapangan. Beton readymix K-225 dengan komposisi tambahan fly ash (sbg pengganti sebagian semen), ditambahkan admixture u meiningkatkan sifat watertight (waterproof) sikacrete 3115 ID/platicizer, sekitar 0,2% (5kg dalam 7 kubik /truck molen) tanpa pengurangan f.a.s, akibatnya slum terlalu encer. Pelaksana tidak mengerti kesalahannya & terus melanjutkan pekerjaannya sampai keseluruhan lantai & balok di cor. Apakah mutu beton menjadi turun? mengingat sekarang banyak retak2 di balok dan plat lantai. Hasil tes : 2 kubus tidak masuk range, 1 kubus masuk range. Kubus 15x15x15 dibuat dalam cetakan besi oleh mandor tanpa prosedur. Apa pendapatnya pak? trims

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Mohon bantuannya pak!Sy baru2 bangun gudang dgn memakai IWF 300 sebagai tiang yg ditopang oleh kolom beton 1 meter diatas sloof, klom beton ini menerus sampai kebawah pondasi poer,ukuran kolom tersebut 30x45cm. Yg jadi masalah skrg kolom beton tersebut mengalami keretakan. Mohon solusinya pak untuk mengatasi masalah sy ini. Trims.

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Pak saya mohon solusi dari bapak – bapak, saya lagi bangun rumah, saat pengecoran saya kurang pengawsan terhadap tukang yang mengerjakan rumah saya, permasalahannya :

1. Ring Balk saya sudah terlanjur di cor
2. Ternyata kata tukangnya pembesian pada ring balk pada pembesiannya tida di dim (Ha) pada setiap sambungannya.

Jadi gimana solusi perbaikannya ?

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

bagaimana mengatasi acian semen yang mengelupas pada lantai beton cor.

mohon batuannya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

apa bisa diskusi langsung (copy darat),mohon tanggapannya

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

MAs, boleh minta no HP nya. saya mau sharing masalah kendala di lapangan. terima kasih

comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tautan Blog

Pak saya sedang membangun rumah dua lantai, utk lantai dua jarak antara balok yg satu dengan yang laen utk diruang tamu agak jauh skitar 8 meter mungkin ini yg menyebabkan lantai atas melengkung, gimana caranya agar lantai ini tidak melengkung lagi dan apabila dipasang keramik, tidak menimbulkan masalah….makasih…

Tautan Blog

Belum ada trackbacks/pingbacks.

Komentar

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Boleh juga tips dan trik-nya nih…..
Thanks ya…

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

WAH,…MENARIK DEH ARTIKELNYA. BERGUNA BUAT PARA PRAKTISI DI LAPANGAN.KASUS KASUS TSB DIATAS SERING TERJADI DI LAPANGAN DAN BANAYK JG YG TDK TAU PENYEBABNYA.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

rumah saya baru saja selesai dibuat tp koq temboknya sudah retak2…dan retaknya itu terdapat disemua ruangan..dan yg paling jelas terlihat di bagian tembok dekat jendela…retaknya itu klo didekat jendela vertikal dan di ruang keluarga/kamar retak horizontal..rumah saya pondasinya dari ceker ayam…dan rumah saya didak baru bawahnya saja atasnya belum karena masalah keuangan…apa mungkin karena adukan daknya terlalu tebal karena saya tidak mengerti masalah adukan semua saya serahkan ketukang…mohon bantuan..terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Bapak Syaiful yang saya banggakan, masalah retak2 pada temboknya, itu karena :
1. Tulangan pada sloof maupun pada baloknya terlalu kecil.
2. Campuran pada plesterannya, terutama semennya tidak sebanding dengan jumlah pasir dalam 1x adukan. (1:6 atau 1:7)
3. Bangunan dengan pondasi cakar ayam tidak menjamin akan bangunan itu kuat, jika tidak memperhatikan perbandingan antara tinggi bangunan dengan dalamnya pondasi, dimensi tulangan, lebar telapak dan struktur tanah setempat.
4. Waktu pemasangan jendela, agar dipasangkan angker pada kusennya, untuk mencegah terjadinya retak geser.
4. Dan pada pemasangan tembok, sebelumnya bata agar direndam dahulu dan plesterannya jangan terlalu tebal atau lebih dari 2,5 cm

Mudah2an ada manfaatnya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

wah bermanfaat sekali tipsnya.

rumah saya persis seperti kondisi pak saiful, baru dibangun namun tembok kamar sudah retak (2mm), retaknya pas di siku vertikal dan juga dibagian tengah horizontal. Namun yang retak hanya tembok kamar saja, yang lain tidak, apa saya harus membongkar tembok tersebut atau ada cara yang lebih effisien, biar biayanya gak keluar terlalu banyak lagi.

untuk saat ini tembok dibagian luar sedang di plester sama tukang karena sebelumnya belum diplester sehingga kalau kena hujam airnya merembes ke sisi tembok dalam. Ada saran tidak setelah proses plester selesai pada saat penghalusan semen harus dicampur apa agar bisa tahan air/waterproof.
Saya baca-baca katanya harus dicampur damdex atau bisa juga pake supercement, menurut anda kira2 paling baik pake apa ?

Terimaksih atas sarannya. :)

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Bang , maaf ,saya lagi ada masalah, boleh tanya ngak,
saya lag ada tugas PKL di pabrik cemen cibinong, saya dikasih tugas menghitung kekuatan beton,k175,k275,saya bingung, beban yang di tempatkan di atas pondasi sekitar 20 ton,bagaiman menghitung beton k175,k275, kok bisa ketemu k175/k275,
kata temen saya itu dari uji lab , tapi bos saya minta di hitungkan,campuran cemen,pasir,split,air,satu lagi bang, jika saya bisa menentukan itu , saya juga di tanya berapa kekuatan beban yang boleh ada di atasnya,?
terima kasih bang , atas bantuanya,
kalau boleh bisa di emeil ke alamat i-meil saya bang,makasih ya bang.

salam

tris

Jawab :

Sdr Trisnanjoyo yang saya banggakan,saya akan mencoba menjawabnya, mudah2 ada manfaatnya. Untuk menghitung beban diatasnya, tidak saya dari kualitas beton aja yang ditinjau tapi juga dari dimensi dan tulangan yang mendukungnya. Karena kalau beton aja tanpa tulangan, berarti konstruksi itu hanya mampu menahan tekan saja , sedangkan tariknya hanya mampu menahan 8 % dari kekuatan tekannya.
Seperti kata temen anda, memang betul, nilai beton K175/K275 itu hasil uji lab kuat tekan beton (dengan benda uji kubus).
Untuk K175 / m3 biasanya : Air = 190 ltr ; Semen PPC = 297 kg ; Pasir = 745 kg dan Kerikil = 1143 kg.
Untuk K1300 /m3 biasanya : Air = 190 ltr ; Semen PPC = 371 kg ; Pasir = 680 kg dan Kerikil = 1134 kg.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

tips yang baik sekali, jika boleh saya bertanya kebetulan rumah saya bangunan BTN, dan kualitas acian dinding sepertinya kurang baik (campuran pasir dan semen tidak seimbang) sehingga bagian plesteran luar dinding mengelupas (tahap awal tembok menggelembung, retak dan jika dikelupas dan meninggalkan lubang2 yang cukup besar) kira2 apakah lebih baik mengaci ulang semua tembok atau ada bahan khusus yang kiranya dapat digunakan sebagai alternatif? misalkan epoxy dan grouting yang disebutkan diatas. terima kasih sebelumnya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

bagus artikel dan tipsnya, saya juga mau tanya…dinding (bagian dalam) tempat kerja saya (pabrik) baru 2 th dibangun ..nah masalah yg timbul adalah ada semacam cairan licin yng muncul di dinding dan juga mempengaruhi catnya..sudah kita bongkar ,plester ulang aci dan cat lagi tapi 2 bulan kemudian muncul lagi..dan ini banyak sekali di beberapa titik….info yg sy dapat salah satunya waktu pembangunan kontraktor memakai air tanah yang mengandung garam..kalo itu bener gimana ngatasinnya…tlong sarannya…thanks

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tips nya berguna banget terutama buat praktisi dilapangan
saya ingin bertanya, seandainya ternyata pelaksana dilapangan mengurangi jumlah tulangan besi pada pondasi dan kolom dari rencana, kira2 apa yang akan terjadi? solusinya apa dan ada peraturan yang mengatur tentang hal tersebut tidak? thx before

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Artikel yg pas dengan masalah saya, dimana dimana ringbalk yang mengantung dak saya retak mohon saran perbaikannya pak mungkin bisa via email nanti saya sertakan foto keretakan tersebut terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Terima kasih artikelnya sangat berguna. Saya ingin bertanya. Rumah kami sudah di dak pada bagian belakang 1/2 dari ukuran rumah untuk penambahan 2 buah kamar, tapi saat ini retak-retak pada kolom tulangannya dan juga dinding-dindingnya. Hal ini terjadi entah karena perhitungan yang kurang baik atau struktur tanahnya yang tidak mendukung, karena perumahan yang kami tempati dulunya berasal dari tanah rawa.

Mohon advise Bapak kami bermaksud merenovasi rumah. Suami bermaksud mempertahankan dak belakang dengan penguatan pada dak tulangannya tapi saya kuatir dengan kondisi dak beton yang telah dibuat. Bagaimana menyikapi struktur tanah bekas rawa apakah harus ada perhitungan khusus untuk pembuatan pondasi dan struktura tulangan, sebaiknya berapa dalam pondasi harus dibuat.

Mohon pencerahannnya Pak. Terima kasih banyak atas infonya.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Mau Tanya boleh ya pak? Saya sedang membagun rumah dua lantai, namun khusus untuk lt 2 saya merasa kekuatan cor kurang kuat alias agak lentur / kalo ada orang jalan lantai terasa bergetar/goyang2. Mungkin tebal cor kurang atau besi kurang tebal namun sudah terlanjur jadi,,,bGm solusi memperkuat kekuatan beton cor lantai 2 tersebut ? Mohn saran
Tks
WWW

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

- saya suka posting ini, perkenalkan saya Agus Suhanto

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

tanya dunk …
apa saja akibat dan bagaimana cara mengatasi adanya keretakan pada plesteran dinding…
tks..

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

ada ngga cara atau chemical untuk menguraingi kerasnya beton pada saat pembongkaran(bobokan)beton jadi dikerjakan??

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Tips nya bagus banget. Sekalian mau tanya ya mas gus…
Rumah kami di bandung baru selesai dibangun sekitar 6 bulan yl. Ketika terjadi gempa di Tasik, timbul retak2 horizontal di 3 spot. Yg terbesar lebar celahnya -+ 1mm. Semua retak ini ada di lantai 2. Kebetulan kami bangun rumah 2 lantai di atas lahan urugan sawah. Apakah penyebab retak dinding tsb karena semata gempa atau karena secara struktur kurang memadai?
Kami akui saat itu karena kami awam & keterbasan biaya kami percayakan saja kepada tukang. Idealnya untuk membangun rumah 2 lantai dan membuat dudukan torn di atas plafon lantai 2 komposisi kolom beton dan tulangannya bagaimana? Berdasarkan informasi dari tukang, lantai satu menggunakan tulangan besi berpenampang 12 mm full sebanyak 6 bh. Namun untuk lantai 2 nya menggunakan kombinasi 4 bh 12 mm + 2 bh 10 mm. Begitu pula dengan dak dudukan torn di lantai 3. Bgm saran mas gus untuk mengatasinya?
Terimakasih sebelumnya.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Nothing succeeds like the appearance of success.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Artikelnya cukup bagus,
saya punya maslash dengan lantai gudang yang pecah-pecah sehingga menimbulkan debu,ada yang beri saran untuk plaster ulang setebal 2-3cm(Topping up ), apakah solusi itu bagus atau punya saran lain pak?

terima kasih atas attensi dan bantuanya.

Salam,
Ronald – Pekanbaru

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Gimana Caranya Bikin Campuran Mortar Yang Bagus, Untuk Presteran Rumah…
Apakah Harus Dicampur Addetif,Atau Ada Bhn Laen Yang Bisa Bikin Plesteran Kuat…
Gmn Caranya Mengatasi Acian Rumah Yang Retak & Gmn Caranya Bikin Campurn Untuk Acian,Biar Awet..????? Trimakasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Saya mau tanya :
Saya lagi renovasi,saya sdh pakai dinding pakai hebel dan perekat hebel memakai semen mortar PM 100.Saya mau untuk plesterannya mana yang lebih murah biayanya dan bagaiman kwalitasnya jika saya memakai semen biasa dicampur pasir dibandingkan dengan semen mortar PM 200,dan bagaimana cara menghitung biaya plesteran per m2 nya.

tks atas bantuannya.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

kami ada membangun ruko walet 5 tingkat, yang mana tingkat pertama ada keretakan yang mengakibatkan kekawatiran kami, untuk diketahui kami memakai readymix mutu k.175, saya bingung untuk mengatasi keretakan tersebut apa yang akan saya perbuat ? mohon bantuannya. tks

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

saya dengar ada model keramik baru (dicor/dilapiskan, keramik ini mudah pemasangannya dan cepat.mohon penjelasan?

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

wow ilmu baru ni … :-)
.-= jabon´s last blog ..By- Asrofi =-.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

bagus buat tambahan informasi.
pak saya mau tanya. saya baru bangun rumah 2 lantai.
tapi kalau lantai 2 kita loncatin atau kaki kita hentak ke lantai 2. Lantai 2 serasa bergetar. apa ini salah kontruksi. Apa tidak berbahya misalnya bisa roboh. mohon pendapatnya pak.. terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

tips sangat saya sukai
saya mau nanya pak, mohon bantuanny saya baru bangun rumah 2 lantai. tapi kok dinding nya dah banyak yang retak ya pak, retakny bukan d dalamnya aza tapi luar dalam .saya perhatikan kok retaknya dari batanya juga ikut2an,kalau hujan basahny sampai kedalam ruangan, apakah karena batanya yang saya beli waktu itu belum kering? mkasih pak mohon bantuanya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Sesudah lebaran ini saya berencana renovasi rumah. bangunan lama saya bongkar. Latak tanah saya miring ke samping agak tajam juga. Dan pada bagian paling rendah adalah tanah basah (berair, rawa). selisih tinggi antara tanah tertinggi dan terendah adalah sekitar 2 meter. Di atas tersebut akan saya dirikan rumah struktur 2 lantai ukuran 6 X 9. Pertanyaan saya:
1. Apabila saya bermaksud membuat lantai dasar rata sesuai tinggi tanah tertinggi, bagaimanakah bentuk dan ukuran fondasi/cakar ayam yang memenuhi syarat untuk itu. 2. Apa saja perlakuan terhadap tanah terendah yang berair tersebut. 3. Saya memakai besi beton 12 mm SNI. Berapa besar ukuran sloof/kolom yang sesuai standar. (kalau perlu tolong dibuatkan oret-oretan gambar biar saya dan tukangnya lebih paham).

Demikianlah pertanyaan saya dan jawaban Bapak sangat saya nantikan. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Om gmna cra mngatsi problemq sya kan ada masalh nie ,masalahx tuh sya telah boongn og tua sya truss solusix gmna ya om…

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

infonya bagus bgt… Kebetulan qta lg nyari info ini bwt masukan perumahan qta.. Spy g terjadi hal2 spt ini.. Thx y

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

berterus terang..itu lebih baikk

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Mas..tolong banget ni mas..saran n bantuannya…

kami tinggal di ruko berlantai 3..awalx rumah ini tidak miring ke kiri..tp setelah disebelah kiri rumah kami dibangun ruko berlantai 2 dan sekarang ini bangunan tsb telah sangat miring karena pondasi bawah rumah tsb telah hancur…

dan gawatx rumah kami juga ikut2tan miring ke kiri…mohon bantuanx dong mampai rumah kami mring n ambruk..dimana lg kami mencari utk membangun mas…tolong saranx mas… apa yg harus kami lakukan…ohya disamping kiri lt.2 n 3 rumah kami ada teras samping utk jalan samping..apa itu harus dibongkat/dihancur?… n apa kami harus mengosongkan atau mengurangi isi rumah agar tidak +miring?….
mohon bgt bantuannya mas……thanks sebelumnya….

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Saya Baru selesai membangun rumah….sblm ditempati koq sudah banyak retak rambut yach..tolong solusinya gi mana ya soalnya sudah di plester koq muncul lagi. tanks.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

jika rymah bangunan asli (bangunan perumahan) lalu di renovasi..dan skrg akan di renovasi tingkat yang sebelumnya tidak tingkat ? apkah yg harus dilakukan dgn pondasi agar bagunan baru kokoh dan tahan lama ?
trimakasih…

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Saya baru slesai membuat dak beton tp baru skitar 3 bln temboknya sdh retak2 baik vertikal maupun horizontal,saya khawatir tiang&temboknya tdk kuat menopang beban daknya krn pngerjaanya dgn sistem borongan,apakah saya dpt minta informasi ahli yg dpt mengecek kondisi tsb,salam terima kasih.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

saya suka artikel ini, perkenalan nama saya purwanto mau ikut nimbrung.
saya punya permasalahan ada beberapa balok rumah saya mengalami retak vertikal ada yang ditengah bentang dan ada yang dipinggir bentang, lebar retak kurang lebih 0.3 mm, bagaimana cara mengatasi masalah tersebut padahal diatas balok rencana akan diberi beban merata dinding (tembok), balok tersebut balok gantung tidak dinding yang menahan dibawahnya..terima kasih.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Aduh makasih ya Tipsnya, kebetulan lagi butuh nih jadi pas ketemu ^^ tapi kalau boleh tau kalau besi bengkok cara pasangnya lagi biar betul gimana ya karena besinya beanr benar bengkok di rumah saya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

siiiiiiiiiiiipppppppppppppppppppppppppp !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! oooooooookkkkkkkkkkkkkeeeeeeeeeeeeeee

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

bapak bapak bisa bantu kami untuk menyiasati bangunan rumah di dekat rawa(air laut)?
efek air laut di bangunan di sekitarnya mengakibatkan tembok2 mengikis.
trimakasih ya atas tips dan bantuanyaaa..

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

turut prihatin bos,

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

temboknya di cat minyak bos, tapi agak tebal biar ga bocor, tks

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

isu do i lae…ha ha ha ha

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

klu menurutku pasang aja lantai papan di lantai 2 bos, kan lebih mantap… he he he..tks

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

akibatnya jelek, cara mengatasinya dempul, tks

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

saya mau nanya nih,,,kalau beton dengan tebal 13,5 cm tanpa tulangan dengan kuat karateristik K350 mampu menerima beban berapa ton,,,,
terima kasih sebelumnya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

saya mau tanya bang, saya dapat tugas, disuruh nyari ketahanan coran K275, berapa jam sih tahannya,
terima kasih sebelumnya bang

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

thank uu dab …

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

maaf pa saya cma mau nanx jika sbuang bangunan roboh apkah seprang arsitek jga ikut brtanggung jawab.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Terima kasih telah berbagi ilmu yang bermanfaat.
Semoga TUHAN memberi umur panjang, sehat, rezeki yang melimpah, serta ditambahkan ilmu yang lebih banyak.
agar bisa berbagi ilmu dengan sesama. Amien…….

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Pak sy membangun rumah 2 lantai, Untuk lantai 2, daknya klau kita jalan terdengar berbunyi dari lantai 1. Saya jadi agak khawatir, apa bagunan saya bisa saat bisa roboh? kolom dan Slop tidak begitu besar. Saya termasuk awam tentang bangunan, semua saya serahkan pada tukang waktu membangun. gimana cara mengatasinya pak?, ada yang bilang di kasi balok tambahan dibawah dak. Gimana cara mengatasinya pak? klu dikasi balok dibawah dak antara dinding dgn dinding apa perlu pake kolom lagi? Mophon saran dan solusinya pak. trims

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

maaf saya ada pertanyaan tlg dijawab, klo misalnya atap yang sudah terlanjur dicor bisa dilubangi gak buat pemasangan kabel listrik soalnya karena tidak diawasi tukang lupa masukin kabel . memangnya hasil coran itu akan benar-benar kering setelahbrp lama ya?sy sangat tidak paham tentang bangunan jd tolong dijawab dan trimakasih atas perhatiannya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

apakah ada pelat dinding pracetak tanpa tulangan yang mampu menahan beban lentur? trima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

pak saya sangat membutuhkan advise bapak.
kami berniat membangun rumah di tanah dekat sawah uk 21 x 8.5, setelah diurug sedalam 3 meter baru menemukan tanah keras. kami berencana utk membangun basement di tanah tsb. apakah AMAN membangun basement setinggi 4 meter di tanah bekas sawah? bagaimana caranya? sebagai info tanah belakang kami masih dalam bentuk sawah, tanah samping kiri rumah dan tanah samping kanan tanah yg sudah dipadatkan dan di depan jalan sekitar 3 meter sungai kecil.
tolong dijawab ya pak, kami benar2 membutuhkan advise dari bapak dan teman2.terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

mohon pencerahan dari bapak-bapak dan teman-teman.

rumah kami mengalami retak tembok dan penurunan lantai dikarenakan adanya pembangunan gedung bertingkat 4 dibelakang rumah kami. mohon solusi untuk rumah kami dalam perbaikannya jangka pendek dan jangka panjang. terima kasih.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

menurut gue struktur rumah dedyp menyatu dengan rumah bertingkat 4 sehingga otomatis lantai mengalami penurunan

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

saya mau tanya saya baru beli rumah trus gada pondasinya bisa ga saya bikin pondasi??????

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

wah., sangat membantu sekali., terimakasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Bpk yg baik, sy mau nanya sy br bangun rmh lt 2 tp dinidng luarnya retak sehingga klu hujan merembes ke dalam ruangan, apa yg saya pake utk nambal retak dinding dan merek apa yg bagus

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

[...] Artikel : http://www.gussuta.com/teknik/tip-mengatasi-masalah-pada-bangunan.html Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this [...]

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Mohon pencerahan dari teman-teman dan bapak….saya baru saja membeli sebuah rumah, dengan ukuran 132 M persegi, tetapi setelah saya amati ternyata rumah itu dinding bangunannya miring di dua sisi agak menyerong kesebelah kanan….setelah diukur ternyata ada selisih ketinggian pondasi sekitar 10 cm, antara sisi pondasi di sebelah kiri dengan pondasi di sebelah kanan…namun anehnya sampai saat ini tidak ada di retakan di kedua sisi dinding tersebut…saya mau menanyakan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut, tanpa harus membongkar bangunan yang sudah ada sekarang…terima kasih atas sarannya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

pa maaf saya lagi bangun rumah untuk 2 lantai, saya ingin membuat kolom yang rata dengan pasangan bata, tinggi bangunan bawah dibuat 3,5 m dan dinding lantai 2 dibuat 3m, saya mohon pada bapak kira-kira berapa ukuran ideal kolom tersebut dan menggunakan besi berapa? terima kasih sebelumnya,,

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Bapak yang kami hormati,.. Saya baru merenovasi rumah menjadi 2 lantai, tetapi di lantai 2 kalau ada yang berjalan terdengar gema ke lantai bawah dan lantai 2 tersebut kalau dihentakan terlalu keras seperti ada getaran sedikit, apa yang harus kami lakukan ? Dan apakah tidak berbahaya? Terima kasih untuk penjelasannya pak…..

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

infonyabmembantu skali.. rmh sy 2 lantai,namun lantai atas kami rencanakan hanya untuk taman. pengecoran plat lantai 2 dan balok menggnakan beton ready mix. stelah coran dibuka, banyak retakan diagonal pada balok n banyak retak rambut padaelat lantai,retak rambut bisa mencapai panjang sepanjang pelat lantai. bgm mana solusierbaikan balok n pelat lantai ya.. mohon sarannya. thnkss

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Artikel ini sangat membantu kami yang awam erhadap masalah bangunan… Seperti yang di kemukakan oleh ibu ratih, kami juga mempunyai masalah mengenai pecah rambut. Kami menggunakan beton ready mix tebal 10cm, menggunakan besi 12 mm dan 10mm, kami telah melakukan perendaman selama 10 hari.. Yang kami tanyakan, bagaimana mengatasi pecah rambut yang tidak beraturan hampir diseluruh beton….terima kasih atas pencerahannya….

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

mlm pak ini saya punya mslh….lisplank beton tampak muka. retak retak ada 3 bagian sisi sblh kanan tengah dan kiri.panjang listplank nya 7 meter setengah. bgmna cara mengatasinya trm

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

SATU LAGI YA PAK KIRAKIRA BERBAHAYA GA…… TLG KIRIM JAWABAN NYA KE EMAIL SAYA TRM KASH BANYAK

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

saya menemui masalah di pembangunan rumah saya, balok gantung yg sy pakai 15/30 dgn bentang 4m sbg penahan kuda2 galvalum tapi balok gantung tersebut mengalami lendutan, sedangkan kolom dan balok sama2 pakai 15/30, jika sy ganti memakai besi habim atau WF,itu yang aman dgn ketebalan besi berapa pak?? terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

sy ibu ru tangga,awam ttg bangunan,2thn lalu saya bangun rumah 2,5 lantai.dgn memakai jasa tukang bangunan biasa,namun baru setahun bangunan ditempati,terlihat lantai di bangunan lantai 2 turun kira2 10 cm,ini kelihatan di bagian lantai keramik yg mulai menurun dan tidak rata,,dan tampak pula pada keramik yg didinding bgn bawah yg bersambung dgn keramik lantai ,terlihat lepas,adapun lebar bangunan 8meter dan tak ada tiang yg besar ditengah bangunan,juga dinding ada yg retak memanjang melengkung,,apakah bahaya dgn adanya lantai yg turun? amankah rumah ini kami tempati?atau bagaimana solusinya?juga dgn dak dilantai 3,tempat penampungan air,,lantai dak,coran nya banyak yg mengelupas catnya yg dibawh dak dan retak2,itu terlihat dr bawah cor an,,mohon bapak ,saya tdk tau ukuran apa saja balok2 besinya,mohon bapa menjawab dan apa yg kami lakukan utk mengatasi bangunan kami ini<saya kuatir setiap kali menginjak lantai diatas,,sepertinya agak bunyi dan kalau di injak ,tks sebelumnya ,kami tunggu jawaban dan bantuannya dan klu boleh balas via email saya sekian dan tks

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Pak mohon pencerahan atas masalah-masalah berikut:

- Apa penyebab lantai menggelembung pada lantai tingkat dengan dak beton? Bagaimana solusi perbaikannya?
- Apa penyebab dinding retak tak beraturan? Bagaimana solusi perbaikannya?

Terima kasih, salam!

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Waduh.. sangat bermanfaat… pak ada pertanyaan lagi gimana kalo mau nembal torn yang bocor?

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

mohon bantuannya atas masalah saya ini :
Rumah saya bagian belakang udah di dak rencnanya mau di bangun 2 lantai.tp lantai2 belum di bangun karena terbentur biaya.
tapi saat ini retak-retak pada kolom tulangannya dan juga dinding-dindingnya. Hal ini terjadi entah karena perhitungan yang kurang baik atau struktur tanahnya yang tidak mendukung, karena perumahan yang kami tempati dulunya berasal dari tanah rawa.dan ada yg bilang tanahnya geser
Mohon advise Bapak kami bermaksud merenovasi rumah. Suami bermaksud mempertahankan dak belakang dengan penguatan pada dak tulangannya tapi saya kuatir dengan kondisi dak beton yang telah dibuat. Bagaimana menyikapi struktur tanah bekas rawa apakah harus ada perhitungan khusus untuk pembuatan pondasi dan struktura tulangan, sebaiknya berapa dalam pondasi harus dibuat.
Mohon pencerahannnya Pak. Terima kasih banyak atas infonya.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Gan, Mohon advise atas masalah yang saya hadapi ini:
saya merenovasi rumah yang awalnya 1lantai menjadi 2lantai. 5bulan setelahnya ternyata terjadi keretakan di setiap tulangan yang berakibat bocor dan airnya kelihatan mengalir ditembok lantai1.
Saya berencana menambah ketebalan cor +/- 5Cm dan ditambahin besi penguat (asumsi saya adalah adanya lentur Horisontal pd dak)
apakah aman jika saya menambah ketebalan cor
sebagai referensi bapak, spesifikasi bangunan saya sbb:
Tembok lantai bawah tidak ada keretakan karena struktur (hanya retak rambut), Tebal dak adalah 10cm dengan jarak besi sewaktu mau di cor adalah 10cm2,dilantai2 belum ada bangunan/beban.
Mohon pencerahan dan kalau boleh balas via email saya
Hatur Nuhun

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Bapak ada tambahan nih…di lantai 2 kalau ada yang berjalan terdengar gema ke lantai bawah apalagi kalau dihentakan seperti ada getaran/lentur, kalau siang hari saya berusaha untuk pelakukan pendinginan terhadap cor dengan air, karena pernah kejadian karena cuaca panas terdengar suara creck (retak cor)pada cor. apa yang harus kami lakukan ? Dan apakah tidak berbahaya? Terima kasih untuk penjelasannya pak…..

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Mohon informasinya,
saya sedang renovasi rumah bekas 2 lantai, dimana rencananya beberapa dinding di lantai 1 akan kami hilangkan untuk memperluas ruang. Setelah diteliti, ternyata besi cor lantai 2 dibuat terpisah dinding perdinding (tidak dibuat panjang sekaligus), jika dindingnya dihilangkan saya kuatir bangunan diatasnya akan turun/roboh. Mohon penjelasannya bagaimana teknik/solusi untuk menghilangkan dinding tersebut? tks.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

pak, saya mohon sangat pencerahannya nih, sy lagi bingung, sya baru bangun kos kosan,rencana 2 lantai sekarang sudah cor dak. lebar 3,2 meter panjang 13 meter dibagi kamar kamar, jadi bentang per kamar 3,2 x 2,6 meter. dikerjakan oleh tukang, jadi saya percaya sepenuhnya pada tukang. permasalahannya, tebal ring + dak = 25 cm (termasuk tebal dak 10 cm. penulannganya pakai besi 7,6 mm jarak besi 30 cm, dibuat selang seling, 2 lapis. jadi kalo dilihat dari atas jarak besi 15 cm. penulanganya tidak dibuat kuda kuda (yang lapis atas belok ke bawah). hanya lapis bawah dan atas diikat besi bentuk z dibeberapa titik. hasilnya dak sekarang kalo dipukul bunyi duk duk duk…gimana pak itu sudah kuat belum ya, kalo tidak kuat gmn solusi memperkuatnya…

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

maaf pak saya mohon masukannya.
saya mempunyai rumah 11 x 12 m2 yang terdiri dari 3 kamar plus
1 garasi. dinding kamar basah kalau turun hujan dan dinding nya pun sudah retak2 sekitar 2mm sedangkan bagian luar belum di plaster. untuk mengatasi masalah retak2 ini bagaimana solusinya. mohon pentujuk. Tq

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

bagus bngt tipsnya,tp sayangnya tdk disebutkan..bahaya atau tdk mendirikan bangunan ditanah bekas sawah,bekas rawa dsb.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Mohon Info,
Saya beli rumah sudah ada duk beton dengan ketebalan 15cm dan jarak dinding penopangnya 3 meter x 6 meter, pertanyaan saya, saya akan tempatkan barang diatas duk tersebut hingga lima ton dengan 4 kaki, assumsi saya beban tersebut akan terbagi rata untuk masing – masing kaki seberat 1,25 ton.

Apakah duk yang dibuat tersebut cukup kuat, atau perlu ada modifikasi kaki sehingga beban menjadi merata.

terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

informasi dan ulasannya begitu lengkap, saya yakin dengan memperhatikan tips-tips diatas pasti semua masalah pada bangunan akan teratasi.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

minta bantuannya :tiang teras kami amblas 3cm,sudah saya tambah tiang penyanggah beton bagaimana cara memperbaikki pondasi tiang lama dasar tanah ,rencana maunya di selipkan cor’an dikaki tiang pondasi ( digali disekitar tiang )soalnya dulu kuerang dalam galiannya dan tanpa cakar ayam trim atas bantuannya bapak….

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

minta bantuannya…
rumah saya kok keramiknya semuanya jumbul keatas dari kamar tidur sampai ruang keluarga..?

itu kenapa yah…?
trus cara memperbaikinnya bagaimana
terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Bang, kami saya baru saja membeli bangunan kios yang sudah didak tapi belum dibangun lantai atasnya. Bangunan itu sepertinya sudah beberapa tahun yang lalu dibangun, kurang tahu persisnya (mungkin 8 – 10 th). Saat ini kami sedang membangun lantai atas. Tapi kata tukang, lantai atas terasa getar. Kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana solusinya Bang. Saya jadi ragu, kira-kira aman tidak. Padahal kami sudah mengerjakan dinding lantai atas. Mohon bantuannya. Terimakasih sebelumnya.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Mohon solusi,
Pengecoran beton tanpa Tower Crain, area bangunan 30×30 m, tinggi bangunan 11 lantai 40 m’, ukuran lahan 35×45 m, keadaan samping kiri, kanan dan belakang gedung tinggi 20 m’ akses jalan hanya dari depan lebar 35 m’, mohon untuk solusi cor beton apakah ada alternatif lain karena jika menggunakan TC tidak memungkinkan? (waktu 8 bulan).
terimakasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

pak saya sedang mengerjakan (bangun ) rumah lantai 2 ,dan sedang mengali pondasi , dan menurut tukang saya untuk kolom mengunakan kolom tipis saja biar aagak rapi,,dengan ukuran 15×30 cm jadi dan besi kolom nya ukuran 8×30 dengan isi jumlah tulangan nya besi 12mmm 4 batang di tambah besi 10 mmm 4 batang jagi jumlah besi nya ada 8 batang yaitu 4 diameter 12 dan 4 diametr 10 ..tinggi lantai 4,30 ,,pertanyaan saya apakah Kolom tersebut cukup kuat untuk menahan beban mohon bantuan nya yaa pak terimakasih..!!

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

suatu kesalahan terjadi pada pelaksanaan di lapangan. Beton readymix K-225 dengan komposisi tambahan fly ash (sbg pengganti sebagian semen), ditambahkan admixture u meiningkatkan sifat watertight (waterproof) sikacrete 3115 ID/platicizer, sekitar 0,2% (5kg dalam 7 kubik /truck molen) tanpa pengurangan f.a.s, akibatnya slum terlalu encer. Pelaksana tidak mengerti kesalahannya & terus melanjutkan pekerjaannya sampai keseluruhan lantai & balok di cor. Apakah mutu beton menjadi turun? mengingat sekarang banyak retak2 di balok dan plat lantai. Hasil tes : 2 kubus tidak masuk range, 1 kubus masuk range. Kubus 15x15x15 dibuat dalam cetakan besi oleh mandor tanpa prosedur. Apa pendapatnya pak? trims

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Mohon bantuannya pak!Sy baru2 bangun gudang dgn memakai IWF 300 sebagai tiang yg ditopang oleh kolom beton 1 meter diatas sloof, klom beton ini menerus sampai kebawah pondasi poer,ukuran kolom tersebut 30x45cm. Yg jadi masalah skrg kolom beton tersebut mengalami keretakan. Mohon solusinya pak untuk mengatasi masalah sy ini. Trims.

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Pak saya mohon solusi dari bapak – bapak, saya lagi bangun rumah, saat pengecoran saya kurang pengawsan terhadap tukang yang mengerjakan rumah saya, permasalahannya :

1. Ring Balk saya sudah terlanjur di cor
2. Ternyata kata tukangnya pembesian pada ring balk pada pembesiannya tida di dim (Ha) pada setiap sambungannya.

Jadi gimana solusi perbaikannya ?

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

bagaimana mengatasi acian semen yang mengelupas pada lantai beton cor.

mohon batuannya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

apa bisa diskusi langsung (copy darat),mohon tanggapannya

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

MAs, boleh minta no HP nya. saya mau sharing masalah kendala di lapangan. terima kasih

comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Pak saya sedang membangun rumah dua lantai, utk lantai dua jarak antara balok yg satu dengan yang laen utk diruang tamu agak jauh skitar 8 meter mungkin ini yg menyebabkan lantai atas melengkung, gimana caranya agar lantai ini tidak melengkung lagi dan apabila dipasang keramik, tidak menimbulkan masalah….makasih…

Tulis komentar

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(wajib)

(wajib)



− 6 = 1